Apa impian kamu? Jadi dokter, arsitek, atau pengusaha? Atau mungkin jadi filmmaker? Nah, untuk kamu yang bercita-cita menjadi filmmaker ataupun yang tertarik dengan dunia sinematografi, ada cerita dan saran menarik dari Andibachtiar Yusuf atau yang biasa di sapa Bang Ucup. Tentu kalian udah tau kan karya-karyanya Bang Ucup seperti Romeo Juliet dan The Conductors? Nah, breakdownsheet berhasil ngobrol-ngobrol dengan Bang Ucup saat beliau menjadi pembicara bedah buku 100+ Fakta Unik Piala Dunia, di Kampus FIKOM Unpad, 14 Mei 2010.
Bang Ucup kan dulu kuliahnya di jurusan Jurnalistik, kenapa sekarang jadi sutradara?
Yah, karena gw ga mau jadi jurnalis, haha
Kenapa ga mau jadi jurnalis bang? Apa karena pekerjaan jurnalis masih dianggap sebelah mata bang?
Sekarang mah gak ada pekerjaan yang gak dianggap sebelah mata, gak ada pekerjaan yang gak dianggap rendah, selain PNS, dokter, arsitek, yang kayak gitu. Yang kayak gini aja (sutradara) malah dianggap rendah.
Dengan berbagai anggapan seperti itu, kenapa abang masih mau menjadi sutradara?
Karena hal yang gw suka film sama bola, makanya gw jadi sutradara juga jadi komentator bola, gw ngerjain dua itu aja.
Mulai kapan Bang Ucup serius ingin jadi sutradara?
Gw waktu itu ketika pengen buat film itu umur 26-27, tapi gw serius umur 29-30, dan gw memutuskan untuk bikin film pas umur 32.
Bagaimana pendapat Bang Ucup tentang generasi muda yang mempunyai hobi bikin film?
Sekarang ditolong dengan banyaknya teknologi. Bikin film pake 5D dan kamera handphone aja bisa. Dulu zaman gw gak ada teknologi digital gitu. Gw belajar film otodidak. Selain itu, sekarang banyak komunitas film juga. Masalahnya kalau udah bikin film terus udah didiemin, gak didistribusiin. Harusnya lo nyari tempat untuk distribusiin film lo, sekarang kan banyak festival film, lewat internet bisa. Komunitas film itu sibuk bikin, tapi gak pernah mikir gimana caranya film bisa muter balik, kan pas bikin film itu ada uang yang harus dikeluarin, pas bikin kan ada uang yang dikeluarin. katakanlah dananya Rp.200.000, berarti harus balik Rp.400.000 biar bisa bikin film lagi.
Saran buat para filmmaker muda apa nih bang?
Orang Indonesia kebanyakan mikir tentang pesan moral yang mau disampaikan, akhirnya mereka malah nyimpen ide filmnya selama bertahun-tahun dan gak direalisasikan. Jadi, kalau mau buat film, yaudah langsung buat aja, gak usah kebanyakn mikir. Lo harus tau apa yang mau lo capai, terus lo bikin, kuat di konten dan juga pendistribusiannya cepet.
Selain itu harus konsisten. Banyak orang yang bikin film itu cuma gaya-gayaan doang. Rata-rata begitu udah lulus, orangtua pasti langsung nyuruh suruh kerja. Orang tua kita kan nyuruh kita nyari duit, tapi apa nyari duit itu bikin kita jadi seneng? Kan engga. Konsisten yang paling penting, dan lo pasti tau ketika lo bikin film, lo bisa ato gak. (Carla Isati Octama - 210110080059)

14 Juni 2010 pukul 02.57
twitnya doi gokill mulu! haha
musim Piala Dunia berkoar mulu dy. haha
14 Juni 2010 pukul 08.02
Saya dulu pernah punya niatan untuk gabung d perfilman.Tapi semuanya tiba-tiba hilang ketika kurang motivasi lingkungan sekitar. saya kagum sama Bang Ucup yang berani coba dan tidak banyak mikir
14 Juni 2010 pukul 08.09
benar, yang kita perlukan adalah keyakinan dan juga konsisten di bidang yang kita tekuni, seperti saran dari bang ucup :)
14 Juni 2010 pukul 13.59
kayaknya orangnya asik yaaa :)