Magic Tooth

Laila Ramdhini (210110080015)
Carla Isati Octama (210110080059)

Teknologi komunikasi selalu berkembang dari waktu ke waktu, seiring dengan perkembangan zaman. Pada tahun 2002, dua orang ilmuwan Inggris,James Auger dan Jimmy Loizeau, menciptakan prototype gigi palsu ajaib. Gigi palsu ini merupakan piranti yang mengandung sebuah vibrator mini dan radio penerima yang dapat dipasang pada gigi buatan. Suara akan diterima pada gigi sebagai sinyal radio digital, lalu ditransfer langsung ke telinga bagian dalam melalui getaran lewat perantaraan tulang. Semua info yang masuk dapat diterima dimana saja dan kapan saja oleh pengguna gigi palsu ini, bahkan tak seorang pun dapat mendengarkannya kecuali si pemilik sendiri. Kita juga tak perlu cemas kehabisan baterai.



Dengan berkembangnya teknologi komunikasi, di era globalisasi saat ini masyarakat dituntut untuk bisa menguasai bahasa asing, minimal bahasa Inggris. Namun, tidak semua orang fasih berbicara dan mengerti bahasa asing, maka diciptakanlah teknologi yang dapat memudahkan kita untuk menerjemahkan bahasa asing. Saat ini telah banyak alat penerjemah bahasa asing, contohnya adalah Sakhr Mobile S2S Arabic Translator in I-Phone. Cara kerja alat ini sungguh mudah, pilih bahasa yang diinginkan, lalu bicara sambil menekan tombol, secara otomatis, alat penerjemah akan menerjemahkan ke bahasa yang kita inginkan, lengkap dengan tulisan dan juga audionya.



Berangkat dari dua teknologi diatas, mari kita berandai-andai, teknologi seperti apakah yang akan hadir dalam 10 tahun mendatang? Dan jawabannya adalah: Magic Tooth. Magic tooth adalah penggabungan konsep dari ponsel gigi dan mesin translator. Magic tooth terbuat dari smart microchip di dalam gigi buatan yang tidak hanya bisa digunakan untuk menelepon, tetapi juga bisa untuk menerjemahkan ucapan orang lain yang berbeda bahasa. Untuk menelepon, suara akan diterima pada gigi sebagai sinyal radio digital. Lalu ditransfer langsung ke telinga bagian dalam melalui getaran lewat perantaraan tulang. Adapun untuk menerjemahkan bahasa, komunikator dan komunikan masing-masing harus memakai Magic Tooth, lalu suara akan dihantarkan oleh sinyal radio digital yang kemudian diterjemahkan oleh smart microchip, dan ditransfer ke telinga.

Magic Tooth adalah teknologi komunikasi yang sangat membantu, kita dapat menerima telp dimana saja dan kapan saja tanpa harus mengganggu orang lain di sekitar kita, seperti contohnya di bioskop. Selain itu, alat ini juga cocok untuk politisi yang tengah berdebat dengan lawan politiknya sambil mendengarkan berbagai masukan dari penasehatnya. Ditambah lagi, mereka dapat saling mengerti bahasa masing-masing, tanpa harus menggunakan orang sebagai penterjemah bahasa.

Sumber:
http://buletin.melsa.net.id/news/ponselgigi.html

0 Response to "Magic Tooth"

Posting Komentar