Festival ‘Peduli’ Perempuan

“Ladies first”
“Lambat banget jalan lo, kayak cewek!”
“Anak gadis kok pulangnya malam”
Pernyataan tersebut sebenarnya mengangkat derajat wanita atau malah memarjinalkannya? Kaum feminis – para pegiat yang memperjuangkan kesetaraan hak wanita – menyebut pernyataan di atas ‘melemahkan’ perempuan. Menurut mereka, dengan pernyataan dan anggapan yang ada di masyarakat saat ini, perempuan dianggap insan yang lemah dan berada di bawah laki-laki. Maka, banyak dari kaum feminis yang mencoba menghapuskan anggapan umum tersebut.
     Namun, yang akan dibahas di sini adalah geliat perjuangan perempuan melalui film. Sebuah ajang bernama V Film Festival (VFF) tahun ini digelar kembali untuk yang kedua kalinya. Acara yang kali ini bertema Identity and Youth merupakan rangkaian acara, diantaranya seminar, FGD, dan pemutaran film, VFF roadshow ke berbagai kota diantaranya Jakarta, Bali, Malang, Bandung, dan Jogjakarta.

Film-film yang diputar pada V Film Festival ini merupakan film yang dibuat oleh, dari, dan untuk perempuan. maksudnya, film-film tersebut disutradarai oleh perempuan dan bercerita tentang perempuan. Hal tersebut memang merupakan tujuan dari acara ini, yaitu untuk mengapresiasi karya sineas perempuan, selain juga untuk lebih dalam memperlihatkan perspektif tentang perempuan lewat film.
     Roadshow VFF di Bandung digelar selama dua hari di Central Culture de France (CCF), Bandung pada 26–27 Mei 2010 dengan memutar tiga film yaitu Ca Bau Khan (Nia Dinata), Perempuan dan Syariat Islam (Norhayati Kaprawi dan Ucu Agustin, Malaysia) ), dan Say My Name ( Nirid Peled, USA. Beberapa penonton yang hadir diantaranya mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Parahyangan (Unpar), dan beberapa dari komunitas film di Bandung. Sayangnya, di hari pertama pengunjung yang datang hanya berjumlah belasan. “Kita memang bermasalah dengan publikasi kemarin, tapi sudah banyak cara yang dilakukan seperti publikasi lewat poster dan dunia maya,” ujar Ridhla, Ketua bagian kesekretariatan V Film Festival (VFF).
     Terlepas dari hal tersebut, para penonton yang hadir mengaku puas dengan film yang disajikan dan sangat mengapresiasi acara tersebut. Suherni dan Yurika mahasiswa Universitas Parahyangan mengaku sangat antusias dengan berbagai acara pemutaran film, apalagi VFF mengangkat tema perempuan. Mereka juga berharap di Bandung lebih banyak lagi wadah untuk menggali kretivitas dan mengapresiasi karya di bidang film.

Laila Ramdhini
(210110080015)

4 Response to "Festival ‘Peduli’ Perempuan"

  1. Rezki Apriliya says:
    14 Juni 2010 pukul 02.48

    Jujur, awalnya saya berencana datang ke acara ini. Bener-bener niat buat datang..
    Tapi, gak tau kenapa saya lupaaa...
    Menyesal sekali.
    Semoga nanti ada acara kayak gini lagi.

  2. Cinematography and Us says:
    14 Juni 2010 pukul 02.59

    sayang sekali yaa Rezki, kami sebagai perempuan merasa bangga adanya festival semcam ini. :')

  3. Rezki Apriliya says:
    14 Juni 2010 pukul 05.25

    kalo ada event seperti ini lagi, tolong ya saya diajak lah ya..
    suka lupa nih pdhl udh niat bakal dtg...

  4. Anonim Says:
    14 Juni 2010 pukul 13.51

    bridging antara paragraf satu dengan paragraf duanya kurang oke, Lai. heheu
    Sayang aku gak nonton, padahal udah ngejadwalin. huhu

Posting Komentar