Jangan Takut Bikin Film!

Pengen bikin film sendiri dengan budget minim dan peralatan sederhana? Bisa kok!

Seorang sutradara muda yang berhasil dengan film The Conductor dan Romeo Juliet, Andi Bachtiar Yusuf, pernah bilang, “Filmmaking is just simple, but making a simple film is difficult”.

Butuh ide segar untuk membuat film yang berbeda dengan film-film mindstream yang banyak beredar saat ini.
Namun, jangan pula menuangkan ide tersebut dengan asal-asalan.

Keterbatasan dana dan sumberdaya manusia bukan hambatan bagi kamu untuk membuat sebuah film.
Berikut tahapan-tahapan yang bisa kita lakukan untuk membuat film sendiri, alias film indie.


PRA PRODUKSI

►► Briefing Crew
      Bikin film adalah kerja tim. Jadi, pastinya yang pertama kita lakukan adalah pembentukan tim produksi.
     Biasanya dalam film pendek, pembagian job desk adalah sbb: Produser, Sutradara, Asisten Sutradara, Director Of Photography, Kameramen, Art Director, Make Up Artist, Technical Affair, dan Editor.

►► Story Concept
Dalam tahap ini, seluruh kru dapat menuangkan ide-idenya untuk membuat konsep cerita. Disini dituntut kreativitas dan imajinasi yang tinggi dari seluruh kru. Setelah itu, tentukan satu ide cerita yang terbaik dan masuk akal.

►► Scriptwriting

Example ..

INT. RUANG MAKAN – SIANG HARI - YOLA
Yola yang belum melepas baju seragamnya membawa mie instan yang telah diseduh ke meja makan dan duduk di salah satu kursi yang membelakangi ruang keluarga. Saat akan menyantap mie, tiba–tiba BEL RUMAH BERBUNYI.

YOLA
(menoleh ke arah ruang tamu)
Siapa sih?


►► Survey Lokasi
     Satu hal yang harus kita ingat adalah lokasi juga harus sesuai dengan scene. Ini karena skenario harus bisa divisualisasikan dengan baik ke dalam bentuk gambar.   

►► Talent Scouting
          Tahap talent scouting pada film indie tidak serumit pada proyek film layar lebar atau sinetron. Berikut yang harus diperhatikan:
1. Kesesuaian karakter, sebisa mungkin kita mencari talent yang mampu mewakili karakter yang ada dalam skenario
2. Komitmen, pilihlah talent yang “ikhlas” bekerja dengan kita.  karena dana kita juga msih ‘indie’

►► Casting
     Istilah ini pasti sudah tidak asing bagi kita. Setelah kita mencari talent, maka ini saatnya untuk “mengetest” mereka.

►► Reading
     Setelah talent ditentukan, tahap selanjutnya adalah reading. Dalam tahap ini talent diberi skenario untuk dibaca di depan sutradara dan kemudian diperdalam.

►► Production Schedule
     Produser harus menentukan syuting berlangsung berapa hari, pukul berapa, scene mana yang akan diambil, Jadwal yang dibuat produser juga harus sesuai dan tidak berbenturan dengan seluruh talent dan kru film.

►► Breakdown
     Pada tahap ini kita harus memastikan seluruh tahapan di atas sudah dilakukan dengan baik. Pastikan juga seluruh perlengkapan syuting yang akan digunakan,seperti kamera, tripod, lighting,dll sudah tersedia. Jangan pula menyepelekan persiapan wardrobe, make up, dan properti.


PRODUKSI

►► Time Table
     pada tahap ini kita akan membuat perencanaan syuting yang lebih detil untuk satu hari syuting, mencakup urutan pengambilan gambar, durasi/waktu yang dibutuhkan dalam pengambilan gambar dll.

►► Location Setting
     Seting lokasi mencakup penempatan peralatan dan properti syuting di lokasi syuting. Sutradara harus peka terhadap lokasi syuting serta lingkungan sekelilingnya.

►► Angle Setting
     Pada tahap ini Sutradara dan DOP serta kameramen memegang kendali untuk menentukan titik pengkameraan yang tepat guna terciptanya angle yang sempurna.
    
►► Executions
     Ini adalah tahap menegangkan yang ditunggu-tunggu oleh sineas manapun. Karena pada tahap ini, kata “action” yang diucapkan oleh sutradara sekaligus menandakan proses syuting sudah dimulai.
    

PASCA PRODUKSI

Untuk itu, perlu sebuah finishing touch untuk membungkus film kita sehingga dapat dinikmati oleh orang lain. Caranya adalah dengan mengedit film kita.
Banyak media yang bisa kita gunakan untuk mengedit film. Salah satu yang mudah dan sering digunakan adalah Sony Vegas. Kita dapat memotong adegan, membuat efek suara, gerak, dan menambahkan instrumen musik ke dalam film



Disunting dari Handout Workshop Cinematography Club Fikom Unpad 2008 

Laila Ramdhini
(210110080015)


2 Response to "Jangan Takut Bikin Film!"

  1. imagetabble says:
    14 Juni 2010 pukul 10.22

    informatif dan edukatif. nice post!
    ayo jangan takut bikin film :)

  2. Anonim Says:
    14 Juni 2010 pukul 13.47

    tambahin ilustrasi dong, biar gak sepi2 amat :)

Posting Komentar